EPICTOTO — TNI Angkatan Laut mengambil langkah strategis dengan mengerahkan tiga kapal perang dan lima helikopter untuk mendukung penanganan bencana di berbagai wilayah Sumatra. Langkah ini diharapkan dapat memastikan bantuan logistik dan proses evakuasi sampai ke daerah-daerah yang sulit terjangkau.
Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muhammad Ali, menyampaikan bahwa armada yang dikerahkan terdiri dari KRI dr. Soeharso-990 yang menuju Langsa, KRI Teluk Gilimanuk-531 menuju Lhokseumawe, serta KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang diarahkan ke Sibolga. Selain itu, KRI Tanjung Osi-847 bergerak menuju Las, sedangkan KRI Abdul Senaputra-378 sudah berada di Belawan dan bersiap menuju Langsa.
“Semua kapal telah diberangkatkan sejak 30 November menuju lokasi bencana,” jelas Ali dalam acara pelepasan bantuan kemanusiaan di Komando Lintas Laut Militer, Jakarta Utara, Minggu (30/11/2025).
Tidak hanya mengandalkan kapal, TNI AL juga memanfaatkan lima helikopter yang telah disiagakan di Sabang, Nias, dan Sibolga. Helikopter-heikopter ini akan digunakan untuk mengevakuasi korban serta mendistribusikan bantuan ke lokasi-lokasi yang tidak dapat diakses melalui jalur darat.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana,” tambah Ali.
Menurutnya, wilayah Aceh dan Sibolga termasuk yang paling parah terdampak. Untuk itu, selain bantuan logistik, TNI AL juga mengirim personel marinir dan tenaga kesehatan untuk memperkuat operasi penanganan di lapangan.
Saat ini, seluruh kapal dan helikopter yang dikerahkan berada dalam status siaga penuh guna mengantisipasi kebutuhan bantuan tambahan. Ali juga menekankan pentingnya koordinasi antarangkatan, mengingat TNI Angkatan Udara juga telah mengerahkan pesawat Hercules dan A400M untuk mendukung operasi serupa.
“KRI memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga hari untuk sampai ke lokasi. Dengan koordinasi yang solid, bantuan diharapkan dapat tersalurkan dengan tepat dan cepat,” pungkasnya.