Slot Dana 5000 — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan arahan langsung kepada para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang akan ditugaskan ke Kabupaten Aceh Tamiang. Penugasan ini bertujuan untuk menerapkan ilmu pemerintahan yang telah dipelajari guna membantu proses pemulihan di daerah yang terdampak bencana.
Misi Kemanusiaan dan Penerapan Ilmu
Mendagri menegaskan bahwa penugasan ini merupakan misi kemanusiaan. Ia meminta para praja untuk mempraktikkan ilmu pemerintahan mereka bersama dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendagri dan para pengasuh. Tujuannya adalah membantu menghidupkan kembali fungsi pemerintahan di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa-desa.
“Adik-adik spesialisasi belajar ilmu pemerintahan. Praktikkan bersama dengan nanti ASN Kemendagri, pengasuh, untuk bantu menghidupkan pemerintahan kabupaten, kecamatan, desa-desa,” pesan Tito Karnavian.
Kondisi Pemerintahan Pasca Bencana
Aceh Tamiang disebutkan sebagai salah satu wilayah yang mengalami dampak paling berat. Seluruh kecamatan di daerah tersebut terdampak, dengan lebih dari 200 desa mengalami kerusakan. Kondisi kantor pemerintahan, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, masih dipenuhi lumpur.
Sistem administrasi pun terganggu, menyebabkan layanan kependudukan dan teknologi informasi belum dapat berjalan secara optimal. Kehadiran para praja diharapkan dapat memberikan suntikan tenaga dan pemikiran untuk mempercepat normalisasi layanan publik.
Bagian dari Kuliah Kerja Nyata dan Kurikulum
Penugasan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan bahkan telah masuk dalam kurikulum pembelajaran IPDN. Pengalaman langsung menangani persoalan pemerintahan pascabencana ini akan menjadi bahan penilaian yang sangat berharga bagi para praja.
Mendagri menyebut penugasan ini sebagai sebuah kehormatan dan kebanggaan, mengingat para praja yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi dari ribuan rekan mereka. “Adik-adik akan berhadapan langsung dengan masalah di lapangan. Praktikkan [ilmunya], bantu, dan jangan membuat masalah … jadi bawa nama baik IPDN,” tegasnya.
Dukungan dari Pimpinan Negara
Lebih lanjut, Mendagri mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat mengapresiasi langkah Kementerian Dalam Negeri ini. Bahkan, Presiden mendukung jika sekolah kedinasan lain juga dapat mengerahkan siswanya untuk membantu daerah terdampak sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.
“Misalnya sekolah kedinasan di bidang perhubungan itu untuk melihat bagaimana sistem perhubungan, bandara ada yang terdampak enggak, pelabuhan termasuk pelabuhan-pelabuhan kecil,” jelas Tito Karnavian sebagai contoh penerapan keilmuan spesifik dari institusi lain.
Dengan demikian, penugasan praja IPDN ke Aceh Tamiang tidak hanya dimaknai sebagai bantuan tanggap darurat, tetapi juga sebagai laboratorium lapangan yang nyata bagi calon-calon pemimpin daerah masa depan untuk mengasah kompetensi dan rasa empati mereka.