Slot Deposit 5000 — Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perlambatan ekonomi yang sedang terjadi di Cina. Sebagai salah satu mitra dagang dan investasi terbesar Indonesia, dinamika perekonomian Negeri Tirai Bambu ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian domestik.
Anggota DEN Mochammad Firman Hidayat menyampaikan kekhawatiran ini dalam acara Indonesia Economic Outlook 2025 di Universitas Indonesia, Depok. “Cina adalah partner utama kita dari sisi perdagangan internasional maupun FDI. Ada tiga risiko utama dari ekonomi Cina yang harus kita antisipasi,” ujar Firman, Senin (24/11/2025).
Tiga Ancaman Utama dari Perlambatan Cina
Firman memaparkan tiga tantangan utama yang perlu diwaspadai:
- Penurunan Permintaan Domestik Cina
Indeks kepercayaan konsumen Cina belum pulih ke level optimis sejak pandemi. Perlambatan ini terlihat dari pertumbuhan PDB yang hanya mencapai 4,8% pada kuartal III 2025, turun dari 5,2% di kuartal sebelumnya. - Produksi Berlebih dan Banjir Impor Murah
Cina mengalami overproduction di berbagai sektor, yang berpotensi membanjiri pasar Indonesia dengan produk berharga lebih murah. “Ketika ini banjir ke Indonesia, bisa berdampak ke industri domestik,” tegas Firman. - Perlambatan Aliran Modal
Fragmentasi geopolitik global mempengaruhi aliran investasi asing langsung (FDI) dari Cina, yang selama ini menjadi sumber penting bagi Indonesia.
Dampak Nyata bagi Indonesia
Sebagai mitra dagang utama, perlambatan ekonomi Cina jelas akan mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia. Tidak hanya dari sisi permintaan yang menurun, tetapi juga dari persaingan tidak sehat akibat produk impor Cina yang lebih murah.
Dengan berbagai tantangan ini, DEN menekankan pentingnya langkah antisipatif pemerintah untuk melindungi perekonomian domestik sekaligus memitigasi dampak terburuk dari perlambatan ekonomi salah satu mitra dagang terbesar Indonesia.